Masyarakat Tabangame Geruduk Kantor DPRD, Wakil Rakyat Menghilang!!

Warga Desa Tabangame gelar Aksi di gedung DPRD Halsel (foto istimewa/IP)

Infopulau.com — Ratusan warga Desa Tabangame, Kecamatan Bacan Timur Selatan, menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Selatan, Senin (03/11/2025).

Aksi tersebut berlangsung panas setelah massa meminta dialog atau hering dengan para wakil rakyat. Namun, sesampainya di lokasi sekitar pukul 10.20 WIT, warga justru dibuat kecewa,  tak satu pun anggota DPRD berada di kantor.

Gedung megah yang dibiayai uang rakyat itu tampak sepi dan kosong dari kehadiran wakil rakyat. Dengan spanduk bertuliskan “Jangan Tutup Mata, Kami Butuh Jalan!”, warga yang dipimpin Sonarto Husen, Ketua Karang Taruna Tabangame, berorasi lantang di halaman gedung DPRD.

“Dua puluh empat tahun kami melewati jalan berlubang dan licin. Hasil tani gagal dikirim karena transportasi terputus. Tapi pemerintah seolah tuli dan buta!” teriak Sonarto di hadapan massa.

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah daerah yang dianggap abai terhadap akses vital Tabangame ke Wayaua, jalan penghubung utama di Bacan Timur Selatan.

Jalan yang menjadi urat nadi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga itu hingga kini hanya menyisakan kubangan lumpur dan debu.

Dalam aksinya, warga menyerahkan Pernyataan Sikap Resmi kepada Bupati dan DPRD Halmahera Selatan dengan tiga tuntutan utama:

—Segera menetapkan perbaikan jalan Tabangame–Wayaua sebagai program prioritas strategis tahun anggaran 2026, dengan alokasi anggaran yang jelas dan pelaksanaan yang terukur.

—DPRD Halsel wajib mengawasi proses penganggaran, agar janji pembangunan tidak lagi menjadi omong kosong politik.

—Menetapkan jalan Tabangame ke Wayaua sebagai jalur tanggap darurat, karena sudah banyak korban akibat kondisi jalan yang membahayakan.

“Kalau dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata dari Dinas PUPR atau DPRD, kami akan blokir jalan utama, Kami sudah muak dengan janji kosong!” tegas Sonarto disambut sorakan warga.

Massa aksi duduki ruang rapat utama DPRD, menunggu kedatangan para wakil rakyat.

Kemarahan warga semakin memuncak karena hingga satu jam berlalu, tak satu pun anggota dewan terlihat hadir. Massa pun akhirnya masuk dan menduduki ruang rapat utama DPRD untuk menunggu para wakil rakyat.

Hanya Muhammad Robbo, Kabag Fasilitas DPRD Halsel, yang tampak di lokasi. “Dari pagi belum ada anggota DPRD datang ke kantor,” ucapnya singkat, membuat massa semakin geram.

Sekitar pukul 11.20 WIT, tiga legislator akhirnya tiba yakni, Iksan Basra (Wakil Ketua Komisi I, Partai Gerindra), Safri Talib (Ketua Komisi III Partai PKB), dan Masdar Mansur (Wakil Ketua Komisi lll Partai PDIP).

Namun, kedatangan mereka disambut dingin oleh massa yang telah menunggu berjam-jam. Dialog kemudian berlangsung secara kondusif, namun warga menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti sebelum janji pembangunan jalan benar-benar diwujudkan. (*)