Daerah  

Harapan yang Tenggelam di Sungai Wari: Gadis 18 Tahun di Tobelo Dibunuh Secara Kejam

Foto: bunga mawar sebagai simbol duka atas kematian tragis seorang wanita muda yang menjadi korban pembunuhan.

Infopulau.com — Tangis, luka, dan kehilangan menyelimuti Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, setelah misteri kematian seorang wanita muda berusia 18 tahun berinisial S akhirnya terungkap, Sabtu (27/12/2025).

Harapan hidup korban berakhir tragis, diduga kuat akibat tindak pidana pembunuhan yang keji. Kejam dan tak berperikemanusiaan, tubuh S ditemukan dalam kondisi yang tak sanggup dilihat dengan mata telanjang.

Kerangka jasadnya terbungkus karung, lalu dibuang ke Sungai Desa Wari, Kecamatan Tobelo, sebuah perlakuan yang meninggalkan luka mendalam di hati keluarga dan mengguncang nurani warga.

Malam yang seharusnya penuh keceriaan justru menjadi awal petaka. Pada 13 Desember 2025, S diketahui menghadiri sebuah pesta di Desa Popilo. Ia terlihat dijemput oleh seorang pria berinisial AW, yang kini mengarah kuat sebagai terduga pelaku. Sejak saat itu, S menghilang tanpa kabar.

Hari-hari panjang penuh kecemasan pun dialami keluarga korban. Setiap detik dilalui dengan harapan S akan pulang, setiap pintu diketuk dengan doa yang tak pernah putus. Sayangnya, penantian itu berubah menjadi ketakutan ketika kabar-kabar mencurigakan mulai terdengar.

Firasat buruk warga semakin menguat ketika beberapa orang melihat AW mondar-mandir di sekitar Sungai Desa Wari sambil membawa sebuah karung.

Pemandangan itu tak sekali dua kali terlihat, hingga akhirnya karung tersebut dibuang ke sungai meninggalkan tanda tanya yang menyesakkan.

Berbekal harapan terakhir, keluarga korban bersama warga memusatkan pencarian di sekitar Jembatan Sungai Wari. Tanpa pengawalan resmi, mereka menyusuri sungai, digerakkan oleh rasa cinta dan ketakutan akan kemungkinan terburuk.

Kenyataan pahit itu akhirnya tiba. Pada Kamis (25/12), sebuah karung terikat rapat ditemukan tersangkut di aliran sungai. Saat karung dibuka, suasana berubah sunyi sebelum akhirnya pecah oleh tangis. Di dalamnya terdapat rangka tubuh manusia.

Dengan hati hancur, keluarga korban memastikan jasad tersebut adalah S, dikenali dari pakaian terakhir yang dikenakannya. Seorang anak, saudara, dan harapan keluarga, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi yang sungguh mengenaskan.

Tak ingin tragedi ini berlalu tanpa kejelasan, Polres Halmahera Utara melalui Tim Reserse Mobil (Resmob) langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif. Polisi memastikan korban meninggal akibat dugaan pembunuhan.

Petunjuk demi petunjuk mengarah kuat kepada pria berinisial AW, yang sebelumnya dilihat warga di sekitar Sungai Wari dengan membawa karung. Terduga pelaku kini telah diamankan Resmob Halmahera Utara guna kepentingan penyelidikan lanjutan.

Ditengah duka yang tak terucap, keluarga korban hanya menggenggam satu harapan: keadilan ditegakkan.

Mereka berharap pelaku dihukum setimpal, agar kematian S tidak menjadi sekadar angka dalam laporan kriminal.

Meskipun S telah pergi selamanya, namun luka, air mata, dan kemarahan yang ditinggalkannya akan terus hidup menjadi pengingat bahwa sebuah nyawa muda telah direnggut dengan cara yang tak manusiawi. (*)