Daerah  

Kades Geltoli Diduga Terlibat Galian C Ilegal, Alat Berat Disebut Milik Pribadi

Galian C di Desa Geltoli, Kecamatan Maba, (Doks:Ucok)

Infopulau.com — Dugaan praktik galian C ilegal kembali mencuat di Dusun Gau, Desa Geltoli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Aktivitas ini memantik keprihatinan publik karena diduga melibatkan langsung Kepala Desa Geltoli.

Sebelumnya, kegiatan galian C di wilayah tersebut diduga dikendalikan oleh seorang operator eksavator bernama Edy. Namun belakangan, muncul kembali aktivitas serupa di lokasi yang tidak jauh dari titik sebelumnya. Aktivitas terbaru ini diduga kuat berada di bawah kendali Kepala Desa Geltoli, Herasmus Tatengkeng.

Pantauan sejumlah awak media di lapangan pada Jumat (16/01/2026) menunjukkan bahwa, aktivitas galian C tersebut diduga telah berlangsung cukup lama. Hal ini terlihat dari bekas galian yang menganga serta jejak operasi alat berat yang masih jelas di lokasi.

Ironisnya, titik galian berada tidak jauh dari badan jalan utama yang kerap dilalui warga. Meski demikian, hingga kini aktivitas tersebut terkesan luput dari pengawasan aparat penegak hukum (APH) setempat.

Dilokasi, operator eksavator diketahui bernama Rizky, yang merupakan anak kandung Kepala Desa Geltoli. Kepada wartawan, Rizky mengakui bahwa lahan yang digali merupakan milik warga Dusun Gau. Sementara itu, alat berat yang digunakan disebut sebagai milik pribadi ayahnya.

“Lahan itu milik warga Dusun Gau, tapi alat eksavator memang milik ayah saya,” ujar Rizky.

Rizky juga menyarankan agar pihak media mengonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Geltoli terkait legalitas kegiatan galian C tersebut.

Meski kuat diduga tidak mengantongi izin resmi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, hingga berita ini diturunkan belum terlihat adanya tindakan tegas dari pihak Polsek setempat maupun Polres Halmahera Timur.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya pembiaran terhadap praktik galian C ilegal yang berpotensi merusak lingkungan serta melanggar hukum.

Sementara itu, Kepala Desa Geltoli, Herasmus Tatengkeng, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan, memilih tidak memberikan tanggapan. (*)