Kades Gumira Halmahera Selatan Diduga Korupsi Dana Desa Ratusan Juta

Dana Desa
Ilustrasi: DD Ratusan Juta Desa Gumira, diduga Korupsi, (Infopulau.com)

Infopulau.com  —   Kepala Desa (Kades) Gumira, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Samsudin Bang, diduga melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) ratusan juta, Sabtu (04/04/2026).

Akibatnya, manfaat penggunaan anggaran selama dua tahun terakhir, sejak 2024–2025, nyaris tidak terlihat. Infrastruktur desa pun minim.

“Kami masyarakat tidak mengetahui besaran DD tahun 2025. Sebab, setiap pencairan anggaran, Kades tidak pernah melakukan musyawarah,” keluh salah satu warga meminta identitasnya dirahasiakan.

Ia mengatakan, pada tahun 2024 DD hanya digunakan untuk pembangunan kantor desa. Tapi belum selesai. Sementara pada 2025, kegiatan fisik hanya berupa renovasi got sepanjang 100 meter juga belum tuntas.

“Pembangunan kantor desa tahun 2024 tidak selesai, dan tahun 2025 renovasi got juga belum tuntas. Lantas ke mana DD itu?” ujarnya.

Selain itu, anggaran pangan mestinya dimanfaatkan masyarakat juga tidak jelas penggunaannya. Pada 2024, alokasi 20 persen disebut tidak ada peruntukan.

Sedangkan pada 2025, pangan 20 persen senilai Rp160 juta hanya membeli dua unit sensor kecil dan sebelas pasang sepatu jenggel bot.

Lebih jauh, Kades Samsudin juga disinyalir melakukan pemalsuan tanda tangan bendahara desa guna memuluskan pencairan DD maupun Alokasi Dana Desa (ADD).

“Bendahara desa sering mengeluh kepada warga, karena kepala desa tidak melibatkannya dalam proses pencairan DD dan ADD,” tambah warga.

Warga pun meminta Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, agar mengaktifkan peran Inspektorat untuk mengaudit penggunaan DD di Desa Gumira.

“Baiknya Bupati mengaktifkan fungsi pengawasan, khususnya Inspektorat Halsel, agar turun melakukan audit di Desa Gumira. Kerena, sejuah ini Inspektorat tak berfungsi,” tegasnya.

Sementara, Bendahara Desa Gumira, Ainun, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa, fisik tahun 2024 hanya untuk pembangunan kantor desa belum selesai. Sedangkan tahun 2025 untuk renovasi got sepanjang 100 meter dan belum ada progres signifikan.

Ia juga mengaku tidak dilibatkan dalam pencairan DD tahap awal 2025 maupun ADD.

“Pencairan DD tahap awal 2025 dan ADD saya tidak dilibatkan. Anggaran pangan 2024 sebesar 20 persen kami tidak tahu digunakan ke mana. Sedangkan tahun 2025 senilai Rp160 juta dibelikan dua unit sensor dan 11 sepatu janggel bot,” ujar Ainun.

Hingga berita ini diterbitkan, Kades Gumira Samsudin Bang, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan. (*)