Warga Geram! Tangki Rakitan Leluasa Keruk BBM Subsidi di SPBU PT Babang Raya

BBM
Gambar: Sejumlah petugas SPBU PT Babang Raya terlihat melayani pengisian BBM pada kendaraan pikap di area pengisian. Di sisi kanan, tampak sebuah mobil L300 yang diduga menggunakan tangki rakitan untuk mengangkut BBM, (Doks: Warga)

Infopulau.com  —  Aktivitas di SPBU PT Babang Raya, Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, menuai perhatian warga. Bukan karena pelayanan atau ketersediaan BBM, melainkan praktik dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.

Warga mengaku geram setelah melihat kendaraan dengan tangki rakitan bebas mengisi BBM subsidi jenis Pertalite. Praktik ini disebut bukan kejadian baru, melainkan sudah berulang kali.

Modus digunakan terbilang rapi. Sejumlah kendaraan, terutama jenis L300, diduga telah dimodifikasi dengan penambahan tangki berkapasitas besar. Kendaraan ini kemudian bolak-balik melakukan pengisian BBM subsidi di SPBU, sebelum akhirnya ditampung dan dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

“Mobil itu sering masuk. Bukan sekali dua kali. Isi BBM pakai tangki rakitan, lalu dijual lagi dengan harga mahal,” ungkap seorang warga Babang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (07/04/2026).

Menariknya lagi, aktivitas tersebut diduga berlangsung tanpa pengawasan ketat. Bahkan, muncul dugaan adanya pembiaran dari internal SPBU membuat praktik ini terus berjalan.

Menurut warga, perbedaan kapasitas tangki kendaraan seharusnya mudah dikenali oleh petugas. Namun kendaraan dengan tangki rakitan tetap bisa melakukan pengisian dalam jumlah besar.

“Kalau tangki standar kita tahu batasnya. Tapi ini sudah dimodifikasi, jelas bisa menampung lebih banyak. Itu dimanfaatkan untuk ambil BBM subsidi,” jelasnya.

Ia juga mengaku memiliki bukti berupa foto dan video memperlihatkan langsung proses pengisian BBM ke kendaraan dengan tangki tidak normal. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa praktik tersebut benar-benar terjadi di lapangan.

Warga itu menyarankan agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan.

Mereka khawatir, jika kondisi ini terus dibiarkan, akan berdampak pada kelangkaan BBM subsidi yang mestinya dinikmati masyarakat kecil.

“Jangan sampai masyarakat kecil dirugikan. Pemerintah dan aparat harus serius menangani ini,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU PT Umar Babang Raya masih dalam proses konfirmasi wartawan guna memperoleh tanggapan resmi. (*)