Infopulau.com — Program Indonesia Pintar (PIP) yang dikucurkan pemerintah pusat untuk membantu biaya pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu atau rentan miskin, disebut belum berjalan sesuai harapan di SD Negeri 12, Desa Amasing Kota Utara, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.
Keluhan datang dari salah satu orang tua siswa di sekolah tersebut. Ia menyebut penyaluran bantuan PIP belum tepat sasaran, lantaran terdapat siswa dari keluarga yang dinilai mampu masih menerima bantuan, sementara siswa kurang mampu justru belum mendapatkannya.
“Penyaluran PIP di sekolah anak kami belum berjalan adil. Ada orang tua siswa yang ekonominya mampu tetapi masih menerima bantuan, sementara kami yang tergolong kurang mampu justru anak kami tidak mendapatkan,” ungkap salah satu orang tua siswa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, terdapat siswa dengan kondisi ekonomi memprihatinkan, termasuk anak yatim yang tinggal bersama neneknya, namun tidak menerima bantuan. Ia juga menyebut siswa dengan orang tua berstatus ASN maupun P3K justru mendapatkan PIP.
“Seharusnya bantuan ini diberikan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Atas persoalan tersebut, orang tua siswa berharap Dinas Pendidikan Halmahera Selatan melalui Kepala Dinas Pendidikan, Siti Khodijah, dapat mendorong pihak sekolah melakukan evaluasi dan menggelar pertemuan bersama orang tua siswa.
“Kami berharap ada rapat bersama pihak sekolah dan orang tua agar persoalan ini bisa dievaluasi, sehingga PIP benar-benar tepat sasaran,” pintanya.
Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairat (STAIA) Labuha, M. Faisal Kasim, turut menyoroti persoalan tersebut. Ia mendesak agar Dinas Pendidikan Halsel segera mengevaluasi penyaluran PIP di sekolah tersebut.
Menurut Faisal, penerima PIP sangat bergantung pada data yang diinput pihak sekolah ke sistem pusat. Karena itu, sekolah memiliki peran penting memastikan bantuan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria.
“Semestinya kinerja kepala sekolah perlu dievaluasi. Program PIP diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, bukan bagi mereka yang secara ekonomi tergolong mampu namun tetap mendapatkan bantuan,” tegasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak SD Negeri 12 Halmahera Selatan masih dalam upaya konfirmasi wartawan guna memperoleh tanggapan resmi. (*)



