Usai Intimidasi Wartawan, Kabar Tak Sedap Bayangi Tim Polda Malut ke Obi

Ilustrasi: Intimidasi Wartawan.
Ilustrasi: Intimidasi Wartawan.

Infopulau.com Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Arif Budiman, terkesan lebih memilih diam atas tindakan intimidatif yang dilakukan sejumlah personelnya terhadap tiga wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Tiga wartawan masing-masing dari Sidikkasus.co.id, Jejakkasus45.com.id, dan Infopulau.com mengaku mendapat perlakuan intimidatif dari sejumlah anggota Polda Maluku Utara.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (6/8/2026), ketika para wartawan melakukan peliputan terkait aktivitas pangkalan kayu di Desa Kampung Buton, Kecamatan Obi.

Dilokasi tersebut, wartawan melihat sekitar 20 personel Polda Maluku Utara berada di Penginapan Najwir dan Miswar (N&M).

Olehnya itu, media mencoba meminta konfirmasi mengenai keberadaan dan tujuan kedatangan tim Polda Malut di Obi. Konfirmasi itu dilakukan di tengah isu aktivitas tambang emas ilegal dan peredaran sianida di kawasan tersebut.

Proses konfirmasi berlangsung, Dino, wartawan Jejakkasus45.com.id, mengambil foto menggunakan perangkat pribadinya.

Pengambilan foto itu lalu dipersoalkan oleh sejumlah anggota polisi. Dino mengaku diminta bahkan dipaksa menghapus foto yang telah diambil.

“Foto itu diambil sebagai bukti tatap muka saat permintaan konfirmasi. Saat mengetahui ada pengambilan gambar, saya dipaksa menghapus oleh beberapa orang oknum polisi Polda Malut,” Ujar Dino.

Persoalan ini kemudian dipertanyakan kepada salah satu komandan tim. Berdasarkan keterangan wartawan di lokasi, alasan yang disampaikan adalah foto tersebut diambil tanpa izin.

Ketegangan kembali terjadi ketika wartawan meminta kesempatan berbicara langsung dengan komandan tim untuk meminta penjelasan mengenai keberadaan personel Polda Malut di Obi sekaligus alasan penghapusan foto.

Namun, permintaan tersebut justru berujung pada ucapan yang dinilai merendahkan wartawan.

“Ngana (kamu) ‘HOMO’ yah! sehingga ajak tatap muka empat mata,” demikian ucapan disampaikan komandan tim tersebut sebagaimana dikutip wartawan.

Setelah kejadian itu, tim Polda Malut berencana melanjutkan agenda menggunakan speedboat milik PT Wijaya Karya Indonesia (WKI), perusahaan kayu yang beroperasi di kawasan Pulau Obi.

Ditengah keberadaan personel Polda Malut di Obi, beredar informasi di kalangan warga mengenai dugaan pertemuan sejumlah personel dengan pihak-pihak yang dikaitkan dengan aktivitas tambang emas dan bisnis sianida di wilayah Obi

Salah satu nama yang beredar adalah pengusaha yang dikenal dengan sapaan Hi. Anto-Anto. Ia dikabarkan bertemu dengan beberapa personel di sebuah penginapan di Desa Jikotamo.

Selain itu, beredar pula desas-desus adanya pertemuan dengan seseorang yang dikenal dengan sapaan Mantri Sur, yang disebut sebagai koordinator tambang emas di kawasan Obilaatu. Meski demikian, informasi mengenai pertemuan tersebut belum terverifikasi secara independen.

Sementara itu, Polda Maluku Utara maupun pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan masih dalam upaya konfirmasi. Infopulau.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan. (*)