Pejabat PUPR Halsel dan Suami Kapolres Ternate Diseret dalam Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Rp10,3 Miliar

Poster seruan aksi demonstrasi dari Pengurus Wilayah SEMMI Malut (Foto : Istimewa)

Infopulau.com — Skandal dugaan korupsi proyek pembangunan jaringan irigasi Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kian menyeruak, Minggu 07/09/2025.

Proyek bernilai kontrak fantastis Rp10,321 miliar itu menyeret nama sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Dinas PUPR Halsel M. Idham Pora, Kabid SDA PUPR Halsel, hingga suami Kapolres Kota Ternate, Taib Dano.

Proyek yang dikerjakan CV. Salero Malige berdasarkan kontrak nomor 610/19/SPPSDA/DPUPR-HS/DAK/2024 itu dituding penuh rekayasa dan sarat pelanggaran.

Indikasi paling mencolok adalah penggunaan material batu dan pasir ilegal yang diangkut langsung dari sungai menggunakan ekskavator tanpa izin pemerintah.

“Seharusnya material diperoleh dari perusahaan resmi, tapi kenyataannya mereka ambil dari sungai begitu saja. Ini jelas melanggar aturan dan merugikan negara,” tegas Ketua PW SEMMI Malut, Sarjan H. Rivai, dalam keterangan tertulisnya.

Tak hanya itu, kontraktor pelaksana juga diduga nekat menggunakan BBM subsidi jenis solar yang disedot dari SPBU PT. Babang Raya untuk menghidupkan alat berat proyek. Praktik kotor ini semakin memperkuat dugaan adanya konspirasi besar yang melibatkan pejabat daerah hingga keluarga perwira polisi.

SEMMI Malut menegaskan akan menggelar aksi demonstrasi di Kejaksaan Agung RI, KPK RI, Mabes Polri, dan BPK RI dengan melibatkan sekitar 70 orang massa aksi. Mereka menuntut aparat penegak hukum segera turun tangan.

Tuntutan SEMMI Malut antara lain: — Mendesak Kejaksaan Agung dan KPK RI segera memeriksa Kabid SDA Dinas PUPR Halsel serta Kadis PUPR Halsel, M. Idham Pora.

— Mendesak KPK membentuk tim khusus untuk menelusuri pekerjaan CV. Salero Malige sekaligus memeriksa suami Kapolres Kota Ternate, Taib Dano, yang disebut ikut terlibat.

— Mendesak Polri memberi perhatian khusus dan memerintahkan Polda Maluku Utara segera memanggil Direktur CV. Salero Malige.

— Mendesak BPK RI Perwakilan Malut melakukan audit menyeluruh atas proyek irigasi Rp10,3 miliar tersebut.

“Kasus ini bukan main-main. Ada pejabat tinggi Halsel dan keluarga pejabat Polri yang terlibat. Kami pastikan akan terus mengawal skandal ini sampai tuntas,” tegas Sarjan. (*)