SPBU Pertamina di Makian Halmahera Selatan Terbakar, Diduga Akibat Mesin Alkon

Foto Kebakaran SPBU, CV. Dani Putra Pratama di pulau Makian

Infopulau.com – Kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina milik CV Dani Putra Pratama di Desa Barumadehe, Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Jumat (12/9/2025) sekitar pukul 13.12 WIT.

Api diduga berasal dari mesin alkon yang tiba-tiba memercik hingga menimbulkan kobaran besar. Dalam hitungan menit, si jago merah menjalar cepat dan melahap sebagian area SPBU, memicu kepanikan warga karena lokasi SPBU berada tepat di pusat keramaian.

Upaya pemadaman sempat berlangsung dramatis. Minimnya fasilitas proteksi kebakaran di SPBU membuat api kian sulit dikendalikan. Warga bersama aparat kepolisian akhirnya turun tangan melakukan pemadaman darurat dengan peralatan seadanya.

Seorang warga yang berada di insiden tersebut menyesalkan kondisi itu. “Awalnya api kecil, masih bisa dipadamkan. Tapi alat proteksi di SPBU tidak memadai, makanya api cepat membesar. Fasilitas penyimpanan bahan bakar sekelas SPBU tapi proteksi kebakaran nol besar.

“Kalau bukan warga dan polisi yang berjibaku, kampung sekitar bisa jadi lautan api. Ironisnya izin usaha bisa lancar, tapi alat pemadam entah ke mana,” ucapnya geram.

Kapolsek Pulau Makian, Ipda Badawi, membenarkan insiden tersebut. “Aparat bersama warga langsung melakukan evakuasi dan berusaha mencegah api agar tidak merembet lebih luas. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini kami masih mendata kerugian material akibat kebakaran,” jelasnya.

Insiden kebakaran ini menimbulkan pertanyaan serius soal kelayakan izin operasional SPBU. Bagaimana mungkin sebuah fasilitas vital penyimpanan bahan bakar diberi izin beroperasi tanpa standar proteksi kebakaran yang memadai.

Jika benar terbukti lalai, maka pengelola SPBU maupun instansi yang meloloskan izin patut dipertanyakan, bahkan bisa dianggap abai terhadap keselamatan public.

Terkait kebakaran itu, pihak pengelola SPBU CV Dani Putra Pratama masi dalam upaya konfirmasi wartawan. (*)