Adam Marsaoly Disebut Kendalikan Dugaan Galian C Tanpa Izin di Jailolo Selatan

Galian C di Desa Tetewang, Kecamatan Jailolo Selatan, (Doks:Infopulau.com)

Infopulau.com — Praktik dugaan aktivitas galian C tanpa izin di Desa Tetewang, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat makin merajalela tanpa henti.

Warga setempat dibuat heran dengan aktivitas galian C yang disebut milik Adam Marsaoly. Pasalnya, praktik pertambangan tersebut dilakukan di dalam aliran sungai.

Investigasi sejumlah awak media pada (5/3/2026) mengungkap bahwa, aktivitas galian tersebut berlangsung di aliran sungai desa setempat. Material batu yang diambil kemudian dibawa ke mes perusahaan untuk diolah menjadi kerikil dan abu batu, lalu dijual kembali untuk kebutuhan proyek konstruksi.

Salah seorang warga setempat saat ditemui di lokasi galian menuturkan, aktivitas tersebut sudah berlangsung cukup lama. Lahan tersebut diketahui milik seorang warga desa setempat, namun diduga sudah ada koordinasi antara perusahaan dan pemilik lahan.

“Lahan itu milik warga sini, tapi mungkin sudah ada koordinasi. Batu di dalam sungai digali menggunakan ekskavator, kemudian ditampung di lokasi perusahaan untuk diolah menjadi kerikil dan abu batu untuk dijual kembali,” kata warga tak mau namanya digubris.

Ia menambahkan, selama perusahaan beroperasi masyarakat tidak mengetahui nama usahanya. Bahkan dari cara pekerjaan yang berlangsung, diduga lokasi operasi ini belum memiliki izin. Akibat aktivitas tersebut, sejumlah titik jalan menjadi becek dan licin tanpa ada penanganan dari pihak perusahaan.

“Kami masyarakat sekitar tidak tahu ini perusahaan apa, karena tidak ada papan informasi perusahaan. Bagian badan jalan sudah becek, kalau hujan sangat licin karena perusahaan tidak memperhatikan lingkungan sekitar,” bebernya.

Diarea mes perusahaan yang menjadi tempat pengelolaan dan penampungan material juga tidak terlihat aktivitas orang, bahkan tidak ada papan informasi proyek sebagaimana lazimnya kegiatan usaha yang memiliki izin.

Sementara itu, Adam Marsaoly masih dalam upaya konfirmasi wartawan terkait aktivitas galian dalam sungai tersebut. (*)