Infopulau.com — Seorang wartawan media online TintaOne.com berinisial FS menjadi korban salah tangkap oleh oknum anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Ternate.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (3/3) sekitar pukul 01.14 WIT, saat FS berada disekitar lokasi kejadian di Ternate. Tanpa menunjukkan identitas maupun surat tugas, sekitar lima pria yang mengaku sebagai intel kepolisian tiba-tiba melakukan penyergapan terhadap korban.
FS mengungkapkan, dirinya sempat meminta penjelasan resmi dan meminta agar tidak disentuh sebelum ada kejelasan hukum. Sayangnya permintaan tersebut justru diabaikan.
Salah satu oknum kemudian disebut mencabut kunci motor korban, sementara yang lain memegang dan menggenggam FS dengan kuat sambil melontarkan pertanyaan bernada intimidatif terkait barang bawaan.
“Saya ditanya membawa barang apa. Saya balik bertanya, ini dari mana. Mereka jawab dari intel Polres,” ujar FS.
Merasa tindakan tersebut berlebihan dan tanpa dasar yang jelas, FS kemudian menyampaikan identitasnya sebagai wartawan dan meneriakkan profesinya di lokasi kejadian. Setelah itu, para oknum polisi disebut langsung menjauh dan mengakui telah terjadi salah sasaran, sembari menyampaikan permohonan maaf kepada korban.
Usai kejadian, FS menghubungi Hastomo Bakri, S.H., untuk meminta pendampingan hukum. Keduanya kemudian mendatangi Polres Ternate guna meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
Saat mendampingi korban, Hastomo menegaskan bahwa setiap tindakan kepolisian harus dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan aturan hukum yang berlaku.
“Dalam penindakan di lapangan, aparat wajib menunjukkan identitas dan surat tugas. Penangkapan atau pemeriksaan tidak boleh dilakukan secara sewenang-wenang tanpa dasar hukum yang jelas,” tegas Hastomo.
Ia juga menekankan bahwa kerja jurnalistik dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sehingga wartawan tidak boleh mengalami intimidasi atau perlakuan represif saat menjalankan tugas.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp oleh sejumlah awak media, Kasat Reskrim Polres Ternate, Bakri, membenarkan adanya insiden tersebut. “Ia anggota salah sasaran, tapi FS telah dibebaskan,” Singkatnya. (*)



