Bangunan Sekolah di Trans Roboh, Kepsek SDN 227 Tasim Kadir Diduga Kuat Gelapkan Dana BOS

Foto: kondisi Gedung Sekolah SDN 227 di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan.

Infopulau.com — Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejatinya diperuntukkan untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar, termasuk pemeliharaan dan perbaikan gedung sekolah agar tetap layak digunakan. Namun, kondisi berbeda justru terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 227 Desa Sumber Makmur, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Selasa (21/10/2025).

Kondisi pendidikan di wilayah transmigrasi itu kini sangat memprihatinkan. Bangunan SDN 227 yang menjadi satu-satunya tempat belajar bagi anak-anak di kawasan tersebut mengalami kerusakan parah dan nyaris roboh. Dari enam ruang belajar yang tersedia, tiga di antaranya sudah tidak dapat digunakan karena dinding retak, atap bocor, dan lantai ambles, membahayakan keselamatan siswa.

Menariknya, di tengah kondisi sekolah yang kian memburuk, muncul dugaan kuat adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS maupun Program Indonesia Pintar (PIP) oleh Kepala Sekolah SDN 227, Tasim Kadir.

Padahal, berdasarkan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis BOS Reguler, setiap sekolah dasar menerima bantuan sekitar Rp 1.100.000 per siswa per tahun. Dengan jumlah lebih dari 50 siswa aktif, SDN 227 seharusnya memperoleh sedikitnya Rp 55 juta setiap tahun.

Dana tersebut semestinya dialokasikan untuk kebutuhan operasional sekolah, seperti pemeliharaan bangunan, pengadaan buku, alat tulis, serta kegiatan belajar siswa. Tetapi, hingga kini tidak ada transparansi terkait penggunaan dana tersebut, sementara kondisi bangunan sekolah terus memburuk tanpa ada upaya perbaikan.

Lebih memilukan lagi, kondisi ekonomi orang tua siswa di wilayah transmigrasi itu sangat memprihatinkan. Sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh harian dengan penghasilan pas-pasan.

Anak-anak mereka yang seharusnya mendapat bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) untuk meringankan biaya pendidikan, namun faktanya, banyak siswa tidak menerima bantuan tersebut.

Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan guru dan masyarakat setempat: ke mana aliran dana BOS dan PIP tersebut sebenarnya menghilang?

Menanggapi hal itu, akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. Muamil Sunan, mendesak Dinas Pendidikan dan Inspektorat Halsel agar segera melakukan evaluasi dan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana BOS dan PIP di SDN 227.

“Jika dibiarkan, bukan hanya bangunan sekolah yang roboh, tetapi juga masa depan anak-anak Sumber Makmur yang ikut runtuh bersamanya,” tegas Dr. Muamil.

Sementara itu, Kepsek SDN 227, Tasim Kadir, masi dalam upaya konfirmasi wartawan terkait penggunaan dana BOK dan PIP. (*)