Ditengah Gembar–gembor Pembangunan Halsel, Warga Trans Sumber Makmur Justeru Terisolasi 

Kondisi Jalan Transmigrasi, dari Desa Lalubi menuju Sumber Makmur (foto/IP)

Infopulau.com — Ironi pembangunan kembali menyeruak di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Di tengah santernya klaim kemajuan dan deretan proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah, masyarakat di kawasan transmigrasi Desa Sumber Makmur justru hidup dalam keterisolasian.

Wilayah transmigrasi yang berada di Kecamatan Gane Timur ini sejak lama dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama Halsel.

Kawasan tersebut memiliki lahan pertanian produktif seluas sekitar 76 hektar, yang selama ini menjadi penopang kebutuhan beras bagi warga Gane dan sekitarnya.

Namun, potret “keberhasilan transmigrasi” itu kini berubah menjadi kisah getir. Jalan utama penghubung antara Desa Lalubi dan Sumber Makmur kurang lebih sepanjang 16 kilometer kini rusak parah.

Hasil pantauan media ini menemukan, di sejumlah titik lubang jalan menganga sedalam hampir satu meter.

Potret jalan Desa Sumber Makmur, sejumlah titik menganga sedalam hampir satu meter.

Saat hujan turun, ruas jalan berubah menjadi kubangan lumpur, sehingga kendaraan tak dapat melintas. Akibatnya, warga terjebak di dalam desa, sementara distribusi hasil pertanian lumpuh total.

“Kami tidak minta uang, kami hanya ingin jalan yang layak. Kalau jalan bagus, kami bisa jual hasil panen dan anak-anak bisa sekolah,” keluh seorang warga Sumber Makmur kepada wartawan, Rabu (15/10/2025).

Kondisi makin memprihatinkan saat musim hujan. Anak-anak yang bersekolah di tingkat SMA di luar desa terpaksa tidak bisa berangkat karena akses tertutup lumpur.

“Kalau hujan, kami terisolasi total. Anak-anak SMA tidak bisa ke sekolah karena di sini belum ada sekolah menengah. Jalan licin, kendaraan tidak bisa lewat,” ujar warga lainnya dengan nada sedih.

Warga mengaku, kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa ada perhatian nyata dari Pemerintah Kabupaten Halsel.

Padahal, Sumber Makmur masuk dalam wilayah prioritas pertanian dan transmigrasi, yang seharusnya mendapat perhatian khusus dari Dinas PUPR Halsel.

Kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik dengan narasi pembangunan yang selama ini digaungkan Pemkab Halsel.

Di saat miliaran rupiah digelontorkan untuk proyek-proyek di wilayah perkotaan, masyarakat di kawasan transmigrasi yang menjadi penopang pangan daerah justru dibiarkan terisolasi.

Foto lonsor jalan Desa Lalubi ke Sumber Makmur.

Tak hanya jalan rusak, di beberapa titik bahkan terjadi longsor, menyebabkan batu berukuran besar berserakan di badan jalan dan membahayakan pengguna.

Warga berharap, Pemda Halsel tidak hanya sibuk membangun citra pembangunan di kota, tetapi juga turun langsung melihat penderitaan masyarakat transmigrasi yang selama ini menjadi ujung tombak ketahanan pangan wilayah setempat.

Sementara itu, terkait kerusakan jalan tersebut, pihak Dinas PUPR Halsel masih dalam upaya konfirmasi wartawan. (*)