Infopulau.com — Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Barat, Kristofel Sakalaty, SH, MH, resmi membuka Open Turnamen Sepak Bola Antar Desa Pemuda Betlehem Cup III Tahun 2026 di Lapangan Boboyano, Desa Buo, Kecamatan Loloda, Minggu (30/8/2026).
Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Loloda Gaspar Sakalaressy, Danramil Loloda, serta sejumlah kepala desa dari wilayah sekitar.
Pembukaan ditandai dengan tendangan perdana atau kick off oleh Kristofel Sakalaty sebagai simbol dimulainya kompetisi yang diikuti sejumlah tim dari berbagai desa di Kecamatan Loloda dan wilayah sekitarnya.
Pertandingan perdana mempertemukan Putra Sesa dari Desa Roko, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, melawan Posca Pasalulu dari Kecamatan Tabaru, Halmahera Barat.
Turnamen sepak bola gawang sedang atau mini soccer Pemuda Betlehem Cup III ini diselenggarakan oleh Pemuda Jemaat Betlehem Buo sebagai salah satu upaya penggalangan dana untuk pembangunan gedung gereja.
Kristofel mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun sportivitas, sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau torang bicara sepak bola, ini bukan soal menang atau kalah. Ini yang perlu digarisbawahi,” Kata Kristofel dalam sambutannya.
Ia mengingatkan bahwa keinginan untuk selalu menang terkadang dapat memicu persoalan ketika sebuah tim mengalami kekalahan.
“Kadang-kadang kecenderungan orang atau semua pihak bahwa dalam sebuah pertandingan harus torang menang. Akhirnya ketika kalah, torang tidak terima. Soal itu, faktor-faktor pemicunya ada di situ,” Ujarnya.
Karena itu, Kristofel mengajak seluruh pihak membangun cara pandang bahwa pertandingan sepak bola tidak semata-mata soal kemenangan dan kekalahan.
Menurutnya, kehadiran turnamen juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut dapat mendatangkan warga dari luar desa dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat kecil.
“Pertama, dalam event seperti ini tentu torang kase rame torang pe kampung. Orang datang dari luar kampung, ibu-ibu yang ba jual bisa laku dan menghasilkan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Itu dampak yang pertama, kemudian ada efek ekonomi walaupun dalam usahanya sifatnya kecil,” Jelasnya.
Kristofel menilai turnamen Pemuda Betlehem Cup III juga dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali minat dan bakat sepak bola di Kecamatan Loloda dan Halmahera Barat secara umum.
Ia berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan bibit-bibit pesepak bola berbakat yang nantinya dapat berkarier dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.
Selain itu, Kristofel mengingatkan seluruh pemain dan tim yang bertanding agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga keamanan dan ketertiban selama turnamen berlangsung.
Menurutnya, kemenangan sejati tidak hanya diukur dari trofi yang diraih, tetapi juga dari sikap fair play dan penghormatan terhadap sesama pemain.
“Saya titip pesan kepada seluruh pemain, bermainlah dengan fair play, junjung tinggi sportivitas, dan jangan sampai ada tindakan yang mencederai lawan. Jadikan pertandingan ini sebagai tontonan yang menghibur masyarakat,” Pesannya.
Ia juga berharap turnamen tersebut dapat menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan antarmasyarakat dari berbagai desa di Loloda dan sekitarnya.
“Event ini bukan sekadar mengejar gelar juara. Yang lebih penting adalah memperkuat silaturahmi antar sesama dan membangun kebersamaan,” Katanya.
Kristofel kemudian mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas turnamen hingga seluruh rangkaian pertandingan berakhir.
“Mari kita jaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas turnamen ini hingga selesai,” tutupnya.
Pembukaan Pemuda Betlehem Cup III juga dirangkaikan dengan pertunjukan tarian tradisional Cakalele dan Tide² yang menambah kemeriahan kegiatan.(*)



