Geger di Halsel! Gedung PLN Ternate Disangka Peninggalan Kerajaan

Foto:fasilitas PLTD Yaba milik PLN Area Ternate, dipenuhi semak belukar dan tanaman merambat.
Foto:fasilitas PLTD Yaba milik PLN Area Ternate, dipenuhi semak belukar dan tanaman merambat.

Infopulau.com— Pemandangan tak biasa menggegerkan warga Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, Halmahera Selatan. Ditengah lebatnya hutan berdiri sebuah kompleks bangunan megah yang terbengkalai selama belasan tahun.

Karena dipenuhi semak belukar dan tanaman merambat, bangunan tersebut sekilas tampak seperti istana peninggalan kerajaan. Tak sedikit warga baru mengetahui jika kompleks itu ternyata merupakan aset PLTD Yaba milik PLN Area Ternate.

Diatas lahan seluas satu hektare berdiri empat unit bangunan. Tiga diantaranya merupakan gedung perkantoran yang telah selesai dibangun, dan satu bangunan berukuran besar dipersiapkan sebagai rumah mesin pembangkit.

Alih-alih melayani kebutuhan kelistrikan masyarakat, bangunan itu justru berubah menjadi ‘penghuni hutan’. Dinding mulai kusam, halaman tertutup ilalang, dan tanaman liar menjalar ke seluruh bagian gedung.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin proyek yang telah rampung sejak 2014 dibiarkan terbengkalai lebih dari satu dekade tanpa pemanfaatan?

Salah seorang warga Desa Yaba akrab disapa Yoga mengatakan, bangunan itu selesai dikerjakan pada 2014. Namun sejak itu tidak pernah difungsikan.

“Setelah selesai dibangun, sampai sekarang tidak pernah digunakan. Tidak ada yang datang merawat atau memanfaatkannya,” ujar Yoga.

Menurutnya, saat proyek berlangsung warga juga tidak mengetahui besaran anggaran pembangunan karena tidak melihat adanya papan informasi proyek.

“Kami tidak tahu anggarannya berapa. Yang kami tahu hanya bangunannya selesai, lalu ditinggalkan begitu saja. Lahannya waktu itu dibayar sekitar Rp130 juta,” katanya.

Terbengkalainya aset tersebut memicu sorotan warga. Mereka pertanyakan alasan pembangunan yang mengurus anggaran negara begitu fantastis justru tidak pernah dimanfaatkan, sementara kondisinya kini terus mengalami kerusakan akibat tidak terawat.

Warga berharap PLN Area Ternate memberikan penjelasan terbuka mengenai tujuan pembangunan kompleks tersebut, besaran anggaran digunakan, serta alasan bangunan itu dibiarkan mangkrak selama lebih dari 12 tahun.

“PLN Ternate harus jelaskan fungsi dan tujuan pembangunan fasilitas PLN tersebut. Jangan sampai hanya mencari untung dibalik proyek tersebut,” tandas Yoga.

Hingga berita ini dituturkan, pihak PLN Area Ternate masi dalam upaya konfirmasi wartawan untuk memperoleh tanggapan resmi. (*)