Harita Nickel Bangun SDM Lokal, 40 Pemuda Obi Dibekali Keahlian Industri

Infopulau.com — Komitmen Harita Nickel dalam membangun sumber daya manusia lokal kembali dibuktikan melalui Program Vokasi Peningkatan Keahlian Keterampilan Pemuda (PELITA) Angkatan IV.

Sebanyak 40 pemuda Pulau Obi kini mendapatkan kesempatan emas mengikuti pelatihan operator Overhead Crane bersertifikasi, sebuah kompetensi strategis yang sangat dibutuhkan dalam industri hilirisasi nikel.

Program ini dirancang bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan sebagai investasi jangka panjang Harita Nickel untuk memastikan generasi muda lokal mampu menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri. Melalui PELITA, pemuda Obi dipersiapkan menjadi tenaga kerja siap pakai, profesional, dan berdaya saing tinggi.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menegaskan bahwa PELITA merupakan wujud nyata keberpihakan perusahaan terhadap peningkatan kualitas SDM lokal.

“Program PELITA kami rancang untuk menjembatani potensi besar pemuda daerah dengan kebutuhan industri. Ini adalah strategi agar masyarakat lokal benar-benar menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri, dengan kompetensi yang teruji dan diakui,” ujar Broto.

Sebagai perusahaan pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi, Harita Nickel saat ini menyerap sekitar 26 ribu tenaga kerja, dengan 85 persen merupakan tenaga kerja Indonesia dan hampir 50 persennya berasal dari Maluku Utara. PELITA menjadi motor penggerak utama dalam memperluas keterlibatan talenta lokal di lingkar operasional perusahaan.

Selama tiga bulan pelatihan intensif, para peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis pengoperasian Overhead Crane, tetapi juga pembinaan mental, fisik, serta kedisiplinan kerja. Pendekatan ini bertujuan membentuk karakter tenaga kerja industri yang tangguh, profesional, dan beretika.

“Target kami jelas, menciptakan peluang karier yang lebih baik bagi pemuda lokal. Faktanya, sebagian besar lulusan PELITA angkatan sebelumnya telah terserap dan bekerja di lingkungan operasi Harita Nickel,” tambah Broto.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh La Rehan, peserta PELITA Angkatan IV asal Desa Soligi. Sebelumnya bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas, kini ia melihat PELITA sebagai titik balik masa depannya.

“Saya sangat bersyukur bisa terpilih. Program ini membuka peluang besar bagi kami yang sebelumnya minim pengalaman. Ini menjadi batu loncatan penting untuk pengembangan karier saya ke depan,” ungkapnya penuh optimisme.

Program PELITA telah melahirkan banyak tenaga terampil. Angkatan pertama mencetak 14 operator Wheel Loader, angkatan kedua meluluskan 28 operator Overhead Crane yang kini bekerja di fasilitas Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) PT Halmahera Jaya Feronikel. Sementara, angkatan ketiga menghasilkan 22 lulusan pelatihan Bahasa Mandarin yang kini memasuki tahap pemagangan.

Konsistensi Harita Nickel dalam menjalankan program PELITA menegaskan komitmen perusahaan membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan di Pulau Obi.

Tak sekadar sebagai pelaku industri, Harita Nickel memposisikan diri sebagai mitra strategis masyarakat dalam membina generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja. (*)