Infopulau.com — Kepala Puskesmas Sagea, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Agustina Pare, dengan tegas membantah tudingan intimidasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) serta dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
Bantahan tersebut disampaikan menyusul pemberitaan Infopulau.com pada Senin (9/2) berjudul “Dana BOK Puskesmas Sagea Dikeluhkan Nakes, Kadinkes Halteng Dimintai Evaluasi Kapus”. Agustina menegaskan, bahwa tuduhan yang disampaikan oleh salah satu oknum nakes tidak berdasar dan tidak sesuai fakta di lapangan.
“Apa yang diberitakan itu tidak benar dan tidak berdasarkan fakta. Tuduhan tersebut muncul karena penerapan kedisiplinan kerja, di mana saya mewajibkan apel pagi dan apel siang bagi seluruh nakes dan staf puskesmas,” ujar Agustina, Rabu (11/02/2026).
Menurutnya, polemik ini bermula dari ketidaksenangan oknum tertentu terhadap sistem manajemen dan kedisiplinan yang mulai diterapkannya sejak menjabat sebagai Kepala Puskesmas Sagea.
Terkait dugaan penyimpangan Dana BOK, Agustina menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan penggelapan maupun penyalahgunaan anggaran.
“Jika Dana BOK disalahgunakan, tentu kegiatan prioritas BOK akan terhenti. Faktanya, seluruh kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan,” jelasnya.
Ia menilai tuduhan tersebut tidak masuk akal dan tidak disertai bukti konkret. Mengenai tudingan intimidasi terhadap nakes, Agustina kembali menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.
Agustina menjelaskan, persoalan itu muncul ketika dirinya memberikan saran kepada nakes yang tinggal di mess atau bangunan puskesmas lama agar lebih memperhatikan kebersihan dan kondisi lingkungan.
“Saya hanya menyarankan agar lingkungan tempat tinggal diperhatikan. Pagar bangunan yang terlihat kusam sebaiknya dicat agar tampak rapi. Itu murni saran, bukan tekanan atau intimidasi,” tegasnya.
Agustina menambahkan, selama enam bulan menjabat sebagai Kepala Puskesmas Sagea, dirinya berkomitmen penuh untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Puskesmas Sagea merupakan puskesmas rawat jalan yang melayani pasien tanpa mengenal waktu, siang maupun malam. Fokus kami adalah pelayanan kesehatan, bukan menciptakan kegaduhan,” pungkasnya.
Ia menilai, isu yang berkembang merupakan dampak dari ketidaksenangan oknum tertentu terhadap kebijakan kedisiplinan, khususnya kewajiban apel pagi dan siang di lingkungan Puskesmas Sagea.
Agustina juga mengaku tidak mengetahui adanya nakes yang melaporkan dugaan tersebut kepada wartawan.
“Saya tidak pernah mengetahui siapa nakes yang dimaksud dan tidak pernah merasa bahwa penegakan disiplin yang saya terapkan dianggap sebagai tindakan intimidatif oleh nakes lainnya,” tutup Agustina. (*)



