Infopulau.com – Front Marhaenisme Halmahera Selatan (Halsel), menyoroti kisruh antara warga Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, dengan PT Harita Nickel.
Mereka menyampaikan sikap itu melalui aksi terbuka di Kota Labuha. Massa juga mendatangi Kantor Polres Halsel.
Dalam aksi tersebut, massa mendesak kepolisian untuk menyelidiki peran sejumlah oknum yang diduga mengatasnamakan masyarakat guna membuat polemik di ruang publik.
Persoalan ini bermula dari klaim lahan di Desa Soligi. Seorang warga mengaku memiliki lahan yang saat ini digunakan perusahaan.
Padahal, sebelum menggunakan lahan tersebut, perusahaan disebut telah memberikan kompensasi kepada pihak kalim pemilik lahan. Pembayaran itu juga diperkuat dengan surat bertanda tangan sebagai bukti.
Hal itu diungkapkan Ketua PW SEMMI Maluku Utara, Sarjana Hi Rivai, berdasarkan hasil verifikasi data yang dilakukan pihaknya. Ia menyebut timnya menelusuri informasi melalui jaringan mitra organisasi dalam beberapa pekan terakhir.
Front Marhaenisme menggelar aksi dengan orasi dan membentangkan spanduk tuntutan. Mereka meminta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera bertindak.
Ketua GMNI, Hasbi Umsohi, meminta kepolisian mengambil langkah tegas terhadap pihak yang memicu kegaduhan.
“Menjaga keamanan masyarakat merupakan tugas kepolisian. Karena itu Polres Halsel harus segera bertindak,” tegas Hasbi, Jumat (13/03/2026).
Ketua Bidang DPP GMNI, Sumitro H Komdan, juga mendesak Pemkab Halmahera Selatan segera memanggil pemerintah desa setempat.
Ia meminta pemerintah daerah memanggil pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan. Langkah ini penting untuk memastikan status hukum kepemilikan lahan.
“Pemdes dan pihak yang mengklaim lahan harus memberikan keterangan. Klarifikasi ini penting untuk meredam polemik di ruang publik,” ujar Sumitro.
Menurutnya, polemik lahan berpotensi memicu ketegangan sosial. Bahkan, bisa merusak hubungan masyarakat Soligi dan Kawasi jika dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.
Massa mengimbau warga agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya. Mereka juga mengajak masyarakat menjaga stabilitas sosial dan persatuan di wilayah Obi. (*)



