Infopulau.com — J&T Expres berfungsi sebagai perusahaan jasa pengiriman paket, dokumen, dan kargo berbasis teknologi, untuk menghubungkan pengirim dan penerima paket, baik domestik maupun internasional.
Olehnya itu, profesionalisme menjadi kunci dalam melayani konsumen, namun realitas di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, menunjukkan suasana pelayanan terhadap konsumen berbeda.
Pantauan media pada Kamis (19/02/2026) mengungkapkan keluhan konsumen terjadi di beberapa titik, termasuk J&T Expres Weda (Kota Weda) dan J&T Expres Weda Utara. Keluhan utama dan paling mencolok adalah konsumen harus mengambil paket sendiri di kantor, tanpa layanan kurir pengantar.
Seorang konsumen berinisial LP mengungkapkan, praktik ambil sendiri di J&T Expres Weda Utara bukan kejadian baru. “Pelayanan di kantor jauh dari standar operasional perusahaan jasa pengiriman. Respons pegawai terhadap konfirmasi paket lambat dan kurang komunikatif,” ujarnya.
LP menambahkan, kondisi kantor yang kerap tutup tanpa pemberitahuan resmi membuat konsumen rugi. “Sudah cape-cape datang ke kantor, kadang tutup tanpa alasan. Kami jelas dirugikan,” tegasnya.
Keluhan serupa juga muncul di J&T Weda. Seorang konsumen menuturkan, setiap paket harus diambil sendiri, sementara kurir tidak mengantar. “Upaya komunikasi lewat aplikasi biasa tidak bisa, harus pakai aplikasi Shopee,” ungkapnya.
Praktik ini dinilai merugikan konsumen, terutama bagi mereka yang bergantung pada layanan pengiriman untuk usaha maupun kebutuhan pribadi. Ketidakpastian jam operasional dan absennya kurir membuat layanan seolah tidak efektif.
Sebagai perusahaan berskala nasional, J&T Expres seharusnya menjaga standar pelayanan merata di seluruh titik operasional. Keluhan yang terjadi di Weda dan Weda Utara berpotensi mencoreng citra perusahaan jika dibiarkan.
Sementara itu, pihak cabang maupun kantor pusat J&T Expres di Halmahera Tengah masih dalam proses konfirmasi oleh wartawan terkait keluhan konsumen tersebut. (*)



