Infopulau.com — Seorang anggota Polri berinisial J, angkatan 51, yang bertugas di Satuan Samapta Polres Halmahera Utara, resmi dilaporkan ke Paminal Provost.
J diduga menjalin hubungan di luar pernikahan dengan seorang perempuan sebut saja Bunga, hingga kandungannya kini mencapai delapan bulan.
Persoalan ini terungkap ketika keluarga korban menemukan J sedang berduaan dengan Bunga di sebuah rumah indekos di Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Ternate Tengah.
Keduanya kemudian dibawa ke Polres Kota Ternate untuk diperiksa.
F, kakak kandung sekaligus wali korban, menjelaskan kecurigaan keluarga muncul saat J pernah masuk ke rumah mereka melalui jendela.
Sejak itu, keluarga memantau aktivitas J yang kerap membawa Bunga ke kos.
“Kami melihat ada perubahan fisik pada adik kami. Setelah diperiksa di klinik atas permintaan ibu kandung, diketahui ia sudah hamil delapan bulan,” ungkapnya, Minggu (22/02/2026).
F menambahkan bahwa Paminal Provost Polres Halmahera Utara telah mengambil keterangannya. Keluarga berharap kasus ini ditangani serius oleh pimpinan kepolisian.
“Kami minta keadilan. Masa depan adik kami terancam. Oknum tersebut harus diproses dan dihukum sesuai hukum dan kode etik,” tegasnya.
Kasus ini juga mendapat perhatian Ketua Lembaga Aspirasi Indonesia, Alan Ilyas. Ia menegaskan pihaknya akan mengawal proses hingga tuntas demi menjaga marwah institusi kepolisian.
“Ini mencoreng nama baik Polri. Kami tidak ingin ada intervensi dalam penanganan kasus. Jika ada ketidakadilan, kami siap melaporkannya hingga pimpinan tertinggi,” ujar Alan.
Dalam waktu dekat, keluarga korban bersama pihak Lembaga Aspirasi Indonesia berencana menemui Kapolda Maluku Utara, Waris Agono, untuk memastikan pengawasan langsung. Aksi unjuk rasa di Mapolda disebut menjadi opsi terakhir jika penanganan dinilai tidak transparan.
“Kami minta Kapolda bertindak tegas. Jika terbukti melanggar hukum dan kode etik, oknum tersebut harus diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH),” pungkas Alan.
Hingga berita ini diturunkan, oknum anggota Polres Halmahera Utara tersebut masi dalam upaya wartawan.(*)



