Problem Desa Jadi Penyakit di Halsel, Kades Samo Diduga Tilep DD Ratusan Juta

Pembangunan Jembatan Perahu Yang Mangkrak di Desa Samo Kecamatan Gane Barat Utara

Halsel, infopulau.com – Belakangan ini berbagai problem dalam pengelolaan Dana Desa (DD) yang menjadi perhatian publik di Kabupaten Halmahera Selatan. berbagai tuntutan baik dari warga maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi lainnya, terkait pengelolaan DD di berbagai Desa.

Maraknya pengelolaan Dana Desa yang di suarakan publik, seakan menjadi penyakit yang tidak bisah di sembuhkan oleh pemerintah Daerah Halmahera Selatan.

Pasalnya, kembali adanya dugaan penyelewengan dana desa oleh Kepala Desa Samo Kecamatan Gane Barat Utara.

Dari data yang di kantongi infopulau.com dengan keterangan sejumlah sumber, di duga kuat adanya praktek penyalahgunaan Dana Desa Samo, mencapai ratusan juta.

Dalam realisasi Anggaran Tahun 2023, yang Terdapat dalam RAB Desa Samo Kecamatan Gane Barat Utara, Sebesar Rp. 1.240.990.730, terdiri dari DD Sebesar Rp. 795.450.000, ADD Rp. 430.335.643 dan DBH Rp. 23.205.087.

Dengan Anggaran DD sebesar Rp. 795 juta tersebut, Pemerintah Desa Samo Kecamatan Gane Barat Utara mengalokasikan melalui program pada Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa, Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat dan Mendesak Desa.

Dari sejumlah kegiatan pada bidang tersebut, terdapat kegiatan yang di duga fiktif dan belum selesai di salurkan ke masyarakat, begitu juga pembangunan tambatan perahu yang mangkrak.

Kepada infopulau.com, sejumlah sumber menyebutkan dalam kegiatan seperti belanja kegiatan Pemuda sebesar Rp. 23 Juta, belanja baju PKK Rp. 16 Juta, pembuatan kebun percontohan Rp. 15 juta, belanja alat dan bibit holtikultura Rp. 35 juta, pelatihan aparatur dan KPM sebesar 25 juta, kegiatan seremoni desa Rp. 10 juta, operasional paud Rp. 10 juta dan belanja seragam dan insentif Poldes Rp. 8 juta diduga adalah kegiatan fiktif.

Selain itu pekerjaan pembangunan tambatan perahu yang di anggarkan sebesar Rp. 452 juta Hinga sampai saat ini mangkrak dan baru di kerjakan pengecoran tiang.

Selanjutnya penyaluran bantuan Langsung Tunai (BLT), kepada masyarakat belum di salurkan secara keseluruhan, begitu juga insentif Kader posyandu, Guru TPQ dan badan syarah.

Atas dugaan penyalahgunaan Dana Desa tersebut, warga setempat berharap kepada Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba agar tidak menutup mata dengan buruknya pengelolaan Dana Desa Samo Kecamatan Gane Barat Utara.

Hingga berita ini di turunkan, kepala Desa Samo, Laher Eko, enggan merespon saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp. (Amat Edet)