Tanpa Sentuhan Pemerintah, Warga Yaba Halsel Bangun Jembatan Kayu

Warga Desa Yaba bergotong royong memperbaiki jembatan
Warga Desa Yaba bergotong royong memperbaiki jembatan kayu yang menjadi akses utama penghubung desa menuju Kota Labuha, Halmahera Selatan.

Infopulau.com — Warga Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, kembali membangun jembatan kayu secara swadaya setelah bertahun-tahun menunggu respons Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terhadap kerusakan infrastruktur di wilayah mereka.

Jembatan yang menjadi urat nadi akses masyarakat menuju Kota Labuha itu telah berkali-kali dibangun dan diperbaiki secara mandiri oleh warga. Bahkan, proses pembangunan berlangsung tanpa dukungan dari pemerintah desa maupun pihak kecamatan.

Demi memastikan akses menuju Kota Labuha sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian tetap terbuka, warga terpaksa mengeluarkan biaya pribadi dan bergotong royong membangun kembali jembatan yang telah rusak.

Salah seorang warga, Sukri, mengatakan pembangunan jembatan secara swadaya bukan kali pertama dilakukan masyarakat Desa Yaba.

Menurutnya, setiap kali jembatan mengalami kerusakan, warga kembali mengganti kayu yang lapuk agar akses transportasi tetap dapat digunakan.

“Ini bukan kali pertama warga membangun jembatan secara swadaya. Setiap rusak, kami kembali menggantinya dengan kayu. Warga sudah tidak lagi berharap banyak kepada pemerintah daerah,” kata Sukri, Minggu (7/6/2026).

Foto: jembatan penghubung antara RT 03 dan RT 04 di Desa Yaba.
Foto: jembatan penghubung antara RT 03 dan RT 04 di Desa Yaba.

Selain persoalan jembatan, warga juga mengeluhkan kondisi jalan menuju Kota Labuha. Saat musim hujan, jalan tersebut tidak dapat di lalui akibat berlumpur dan banjir di sejumlah sungai.

Sukri menambahkan, Desa Yaba masih minim pembangunan infrastruktur. Karena itu, masyarakat memilih mengandalkan gotong royong untuk mempertahankan akses yang menjadi kebutuhan utama warga.

Tak hanya jembatan utama menuju Labuha, jembatan penghubung antara RT 03 dan RT 04 di Desa Yaba juga mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan warga yang melintas setiap hari.

Warga berharap, ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk segera membangun jembatan permanen serta memperbaiki jalan Desa Yaba demi kelancaran aktivitas masyarakat. (*)