Infopulau.com — Kampung halaman mantan Gubernur Maluku Utara dua periode, Drs. Thaib Armain, yakni Desa Leley, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali diterpa bencana alam.
Angin kencang disertai ombak besar menghantam wilayah pesisir desa tersebut pada Selasa (07/10/2025) dini hari sekitar pukul 00.23 WIT, menyebabkan dua rumah warga rusak berat, satu jembatan roboh, dan talud sepanjang 200 meter ambruk.
Ironisnya, bencana serupa telah melanda Desa Leley selama tiga tahun berturut-turut, namun hingga kini belum mendapat penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Pemda Halsel).
“Saya sudah tidak bisa menempati rumah lagi karena rusak berat diterpa ombak dan angin besar semalam,” tutur Alim, salah satu warga korban bencana, Selasa (07/10).
Alim menambahkan, kejadian ini bukan yang pertama. Pada tahun 2023, lima rumah warga juga rusak akibat ombak besar, namun bantuan dari Pemda Halsel tak kunjung datang.
“Warga yang jadi korban pada 2023 saja belum dapat bantuan sampai sekarang, apalagi kami yang baru kena musibah lagi,” keluhnya.
“Kami berharap Bupati Basam Kasuba bisa turun langsung melihat penderitaan warga Leley,” tambahnya dengan nada kecewa.
Sementara itu, Kepala Desa Leley, Hi. Abjan Armain, membenarkan terjadinya bencana tersebut.
“Benar, semalam terjadi angin dan ombak besar yang merusak jembatan dan dua rumah warga. Salah satunya tidak bisa ditempati lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, pihak desa telah berulang kali mengajukan proposal bantuan ke BPBD Halsel, namun selalu terkendala alasan efisiensi anggaran.
“Untuk lima rumah warga korban bencana tahun 2023, kami sudah ajukan ke BPBD Halsel, tapi katanya terkendala anggaran. Mereka janji baru bisa direalisasikan tahun 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga kini pihaknya masih terus berkoordinasi agar Pemda Halsel segera turun tangan membantu warga Leley.
“Dengan berbagai upaya yang kami lakukan, semoga Pemda melalui BPBD bisa segera menindaklanjuti bencana yang menimpa kami,” tutup Abjan.
Desa Leley yang dikenal sebagai kampung halaman Drs. Thaib Armain kini tengah berjuang menghadapi ujian alam tanpa banyak dukungan dari pemerintah daerah.
Warga berharap, bencana kali ini menjadi peringatan bagi Pemda Halsel untuk segera bertindak sebelum kerusakan semakin meluas. (*)



